Q8LM00IP7eSf73EyXgVX2ZJRJrZ72TjevMPiduPy
Bookmark

Perlukah Antivirus di Smartphone? Ini Penjelasannya

Perlukah antivirus di smartphone? Artikel ini membahas kapan antivirus dibutuhkan, risikonya, serta tips memilih perlindungan yang tepat.

Halo Sobat! Tahukah kamu bahwa smartphone yang kamu gunakan untuk berselancar di internet memiliki risiko terpapar oleh virus maupun malware? Risiko ini akan semakin meningkat, terlebih jika kamu sering mengunduh aplikasi pihak ketiga yang tidak berasal dari sumber resmi seperti Play Store ataupun App Store. Tidak hanya itu, banyak juga jebakan-jebakan yang dipasang oleh orang yang tidak bertanggung jawab melalui link yang disebarkan melalui berbagai sumber. Jika tidak berhati-hati maka smartphone akan sangat rentan terkena serangan virus.

Pakar keamanan digital juga menyebut bahwa perangkat Android lebih rentan terhadap malware dibanding beberapa platform lain, sehingga penggunaan aplikasi keamanan tambahan dapat dipertimbangkan untuk perlindungan data yang lebih luas. 

Meskipun smartphone modern telah dilengkapi dengan sistem keamanan bawaan seperti Google Play Protect yang secara aktif memindai aplikasi dan mendeteksi potensi ancaman, perlindungan ini tidak selalu menjamin keamanan yang sepenuhnya. Perkembangan malware yang semakin beragam membuat sebagian ancaman masih bisa lolos dari deteksi awal. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: apakah perlindungan bawaan sudah cukup untuk menjaga smartphone tetap aman, atau justru diperlukan perlindungan tambahan seperti antivirus dari pihak ketiga? Yuk simak ulasan berikut ini!

perlukah antivirus di smartphone

Risiko Keamanan pada Smartphone

Smartphone yang selalu terhubung ke internet memang memudahkan aktivitas sehari-hari. Namun, kemudahan tersebut datang bersama risiko keamanan yang perlu diperhatikan. Meskipun secara umum semua smartphone memiliki potensi terkena virus atau malware, tingkat kerentanannya berbeda antara sistem operasi Android dan iOS. Smartphone berbasis Android relatif lebih rentan karena sifatnya yang open-source, memungkinkan pengguna lebih bebas menginstal aplikasi dari berbagai sumber. Kebebasan ini justru membuka celah keamanan lebih besar dibandingkan iOS yang cenderung lebih ketat dalam mengatur aplikasi yang dapat dipasang pengguna.

Ada beberapa jenis ancaman utama yang biasanya menyerang pengguna smartphone, seperti malware, spyware, adware, phishing, hingga pencurian data pribadi. Malware bisa merusak sistem smartphone, sedangkan spyware secara diam-diam mencuri informasi pengguna tanpa disadari. Adware sering muncul dalam bentuk iklan mengganggu yang tiba-tiba muncul di layar ponsel, sedangkan phishing biasanya berupa tautan palsu yang sengaja dibuat mirip aslinya demi mengelabui pengguna agar memberikan data pribadi atau kredensial penting. Semua ancaman tersebut sangat berbahaya karena tidak hanya merugikan secara teknis, tetapi juga bisa menimbulkan risiko kehilangan data sensitif hingga kerugian finansial.

Fungsi Aplikasi Antivirus di Smartphone

Setelah mengetahui berbagai ancaman yang dapat menyerang smartphone, tentu muncul pertanyaan tentang bagaimana cara terbaik melindungi perangkat kita. Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah dengan menginstal antivirus tambahan. Secara umum, antivirus pada smartphone memiliki fungsi utama melakukan scanning terhadap aplikasi, file, dan tautan yang kamu akses sehari-hari, sehingga mampu mendeteksi ancaman keamanan secara dini sebelum merusak perangkat atau mencuri data pribadi.

Selain memberikan perlindungan dasar tersebut, aplikasi antivirus juga dilengkapi dengan beberapa fitur tambahan yang berguna, seperti notifikasi atau peringatan secara real-time saat perangkat terindikasi terinfeksi malware. Tidak hanya itu, beberapa antivirus bahkan menyediakan fitur tambahan lainnya seperti anti-theft (anti-pencurian), pemblokiran pesan spam, hingga layanan VPN untuk menjaga privasi pengguna saat mengakses internet. Dengan begitu, antivirus tidak hanya menjadi alat pelindung sederhana, namun juga dapat meningkatkan keamanan secara menyeluruh di smartphone yang kita gunakan sehari-hari.

Kapan Antivirus Smartphone Dibutuhkan?

Tidak semua pengguna smartphone memerlukan aplikasi antivirus tambahan. Namun, ada beberapa kondisi di mana pemasangan antivirus menjadi lebih relevan, antara lain:

- Sering mengunduh aplikasi dari sumber pihak ketiga

Jika kamu terbiasa memasang aplikasi dari luar toko resmi seperti Google Play Store atau App Store, risiko smartphone terinfeksi malware akan lebih tinggi. Aplikasi dari sumber tidak resmi umumnya tidak melalui proses pemeriksaan keamanan yang ketat.

- Menggunakan smartphone untuk aktivitas sensitif

Antivirus tambahan patut dipertimbangkan jika smartphone sering digunakan untuk transaksi keuangan, perbankan digital, atau mengakses data penting. Aktivitas ini membutuhkan tingkat perlindungan ekstra untuk mencegah pencurian data.

- Muncul tanda-tanda perilaku tidak wajar pada perangkat

Beberapa indikasi seperti iklan pop-up yang muncul tiba-tiba, performa smartphone yang melambat tanpa sebab jelas, atau adanya aplikasi asing yang terpasang tanpa disadari bisa menjadi sinyal adanya ancaman keamanan. 

Dalam kondisi-kondisi tersebut, penggunaan antivirus pihak ketiga dapat membantu memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi smartphone yang digunakan sehari-hari. 

Apakah Antivirus Pihak Ketiga Memiliki Risiko?

Meskipun antivirus pihak ketiga dapat memberikan perlindungan tambahan bagi smartphone, pengguna tetap perlu memahami bahwa tidak semua aplikasi antivirus aman digunakan. Salah satu risiko utama yang perlu diperhatikan adalah privasi data. Beberapa aplikasi antivirus, terutama yang kurang terpercaya, dapat meminta izin akses yang berlebihan, mulai dari data perangkat, riwayat penggunaan, hingga informasi pribadi yang berpotensi disalahgunakan tanpa disadari oleh pengguna.

Selain risiko privasi, penggunaan antivirus pihak ketiga juga dapat berdampak pada kinerja perangkat. Aplikasi yang berjalan terus-menerus di latar belakang sering kali menyebabkan smartphone menjadi lebih lambat, konsumsi baterai meningkat, serta munculnya iklan atau notifikasi yang mengganggu pengalaman penggunaan. Dalam beberapa kasus, pengguna justru merasa terlindungi sepenuhnya karena adanya antivirus, padahal ancaman digital tetap bisa terjadi jika perilaku online tidak dibarengi dengan kewaspadaan.

Oleh karena itu, penggunaan antivirus pihak ketiga sebaiknya dilakukan secara selektif dan bijak. Pastikan aplikasi yang dipilih berasal dari penyedia yang memiliki reputasi baik, transparan dalam kebijakan privasi, dan tidak meminta izin akses yang tidak relevan. Selain itu, perlindungan antivirus tetap perlu didukung dengan kebiasaan digital yang aman agar keamanan smartphone dapat terjaga secara menyeluruh. 

Apakah Smartphone Sudah Memiliki Antivirus Bawaan?

Sebagian besar smartphone saat ini sebenarnya sudah dilengkapi dengan sistem keamanan bawaan yang dirancang untuk melindungi perangkat dari berbagai ancaman digital. Fitur-fitur ini umumnya terintegrasi langsung dengan sistem operasi, sehingga bekerja secara otomatis tanpa perlu campur tangan pengguna. Misalnya, perangkat Android memiliki Google Play Protect yang secara rutin memindai aplikasi dan memperingatkan jika ada aktivitas mencurigakan. Di sisi lain, smartphone Samsung dilengkapi dengan Samsung Knox, sistem keamanan tingkat lanjut yang melindungi data penting pengguna. Sementara itu, pengguna iPhone mendapat perlindungan langsung dari iOS Security, yang membatasi akses aplikasi dan menjaga sistem tetap tertutup dari potensi ancaman luar.

Keunggulan dari sistem keamanan bawaan ini adalah kinerjanya yang lebih ringan, tidak membebani sistem, dan umumnya tidak mengganggu kenyamanan penggunaan sehari-hari. Namun, meskipun perlindungan dasar ini cukup efektif untuk penggunaan normal, pengguna tetap perlu waspada. Menghindari aplikasi dari sumber tidak resmi, rutin memperbarui sistem, dan tidak sembarangan membuka tautan masih menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan smartphone secara menyeluruh.

FAQ Seputar Antivirus Smartphone

Apakah smartphone benar-benar bisa terkena virus atau malware? Ya, smartphone tetap berpotensi terpapar malware, terutama jika pengguna sering mengunduh aplikasi dari luar toko aplikasi yang resmi, mengklik link mencurigakan, atau mengabaikan pembaruan sistem keamanan.
Apakah sistem keamanan bawaan smartphone sudah cukup? Sistem keamanan bawaan pada smartphone modern sudah cukup membantu untuk penggunaan umum. Namun, pada kondisi tertentu, seperti aktivitas berisiko tinggi atau penggunaan aplikasi dari sumber yang tidak resmi perlindungan tambahan dapat dipertimbangkan.
Apakah semua pengguna smartphone perlu memasang antivirus? Tidak selalu. Kebutuhan antivirus bergantung pada kebiasaan penggunaan. Jika smartphone digunakan secara hati-hati dan hanya menginstal aplikasi dari sumber tepercaya, antivirus tambahan mungkin tidak diperlukan.

Kesimpulan 

Penggunaan antivirus di smartphone sebenarnya bergantung pada kebiasaan dan kebutuhan masing-masing pengguna. Jika kamu termasuk pengguna yang berhati-hati, hanya mengunduh aplikasi dari sumber resmi, dan rutin memperbarui sistem, maka perlindungan bawaan dari smartphone umumnya sudah cukup untuk menangkal sebagian besar ancaman. Namun, dalam praktik sehari-hari, tidak sedikit pengguna baru menyadari pentingnya perlindungan tambahan setelah mengalami gangguan keamanan atau masalah pada perangkatnya. Oleh karena itu, jika aktivitasmu tergolong intensif, sering menggunakan aplikasi pihak ketiga, atau menyimpan banyak data penting di dalam perangkat, memasang antivirus tambahan bisa menjadi pilihan bijak untuk memberikan perlindungan ekstra. 

Jadi, bagaimana menurutmu Sobat, apakah smartphone yang kamu gunakan saat ini sudah cukup aman? Atau kamu merasa perlu memasang antivirus tambahan? Yuk, bagikan pendapatmu di kolom komentar!

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar