Q8LM00IP7eSf73EyXgVX2ZJRJrZ72TjevMPiduPy
Bookmark

Apa Bedanya 2FA dan MFA? Mana yang Lebih Aman untuk Akun Kerja & Bisnis?

Mana yang lebih aman, 2FA atau MFA? Simak perbedaan dan cara memilih metode keamanan yang tepat untuk akun digital Anda.

Halo Sobat! Setelah sebelumnya saya membahas apa itu 2FA dan bagaimana cara kerjanya dalam melindungi akun kerja maupun bisnis, mungkin kamu mulai menemukan istilah lain yang terdengar mirip, yaitu MFA. Sekilas keduanya terlihat sama karena sama-sama berbicara tentang lapisan keamanan tambahan saat login.

Namun, apakah 2FA dan MFA sebenarnya hal yang sama? Atau ada perbedaan tertentu yang perlu kamu pahami sebelum memilih metode keamanan yang tepat?

Pertanyaan ini cukup penting, terutama jika kamu mengelola akun kerja, sistem perusahaan, atau akun bisnis yang menyimpan data pelanggan. Memahami perbedaan antara 2FA dan MFA akan membantu kamu menentukan tingkat keamanan yang sesuai dengan kebutuhan, tanpa harus merasa semuanya rumit.

Di artikel ini, saya akan membahas perbedaan 2FA dan MFA secara sederhana, serta melihat mana yang lebih aman untuk digunakan dalam aktivitas kerja dan bisnis sehari-hari.

perbedaan 2fa dan mfa

2FA dan MFA: Apa hubungannya?

Agar tidak membingungkan, mari kita mulai dari gambaran besarnya dulu.

2FA adalah singkatan dari Two-Factor Authentication, sedangkan MFA adalah Multi-Factor Authentication. Dari namanya saja sebenarnya sudah terlihat perbedaannya. 2FA menggunakan dua faktor verifikasi saat login, sementara MFA menggunakan lebih dari satu faktor dan tidak selalu terbatas hanya dua.

Artinya, semua 2FA sebenarnya termasuk dalam kategori MFA. Namun, tidak semua MFA adalah 2FA. Supaya lebih mudah dipahami, bayangkan seperti ini:

2FA selalu menggunakan dua lapisan keamanan. Sedangkan MFA bisa menggunakan dua, tiga, atau bahkan lebih, tergantung kebutuhan sistemnya.

Contohnya:

  • Jika kamu login menggunakan password dan kode OTP, itu termasuk 2FA.
  • Jika login membutuhkan password, kode OTP, dan verifikasi sidik jari, itu sudah masuk kategori MFA dengan lebih dari dua faktor.

Jadi secara konsep, MFA adalah istilah yang lebih luas, sedangkan 2FA adalah bentuk paling umum dan paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami hubungan ini penting agar kamu tidak salah mengartikan bahwa 2FA dan MFA adalah dua sistem yang benar-benar berbeda. Sebenarnya keduanya masih berada dalam satu keluarga keamanan yang sama, hanya berbeda pada jumlah dan kompleksitas pada faktor autentikasinya.

Apa Saja Perbedaan 2FA dan MFA?

Setelah memahami bahwa 2FA adalah bagian dari MFA, sekarang pertanyaannya adalah pada praktik sehari-hari, apa sebenarnya yang membedakan keduanya?

Perbedaannya bukan hanya soal jumlah faktor, tetapi juga soal fleksibilitas, tingkat keamanan, dan biasanya digunakan di lingkungan seperti apa. Supaya lebih jelas, berikut perbandingannya dalam bentuk tabel. 

Aspek 2FA (Two-Factor Authentication) MFA (Multi-Factor Authentication)
Jumlah Faktor Selalu menggunakan 2 faktor verifikasi Menggunakan 2 atau lebih faktor verifikasi
Fleksibilitas Terbatas pada dua lapisan keamanan Lebih fleksibel, bisa menambahkan faktor tambahan sesuai kebutuhan
Kompleksitas Lebih sederhana dan mudah diterapkan Bisa lebih kompleks tergantung sistem yang digunakan
Contoh Penggunaan Password + OTP SMS Password + OTP + biometrik
Umum Digunakan Oleh Pengguna individu, pekerja kantoran, UMKM Perusahaan besar, sistem internal, sektor keuangan
Tingkat Keamanan Sudah sangat kuat untuk penggunaan umum Lebih kuat jika menggunakan lebih dari dua faktor berbeda
Biaya & Implementasi Relatif mudah dan murah Bisa membutuhkan sistem tambahan dan pengaturan khusus

Dari tabel di atas, bisa terlihat bahwa perbedaan utama antara 2FA dan MFA terletak pada jumlah dan fleksibilitas faktor autentikasi.

Untuk kebutuhan sehari-hari seperti email kerja atau akun bisnis, 2FA biasanya sudah sangat memadai. Namun, untuk sistem dengan risiko tinggi atau data yang sangat sensitif, MFA dengan lebih dari dua faktor bisa memberikan perlindungan tambahan.

Mana yang Lebih Aman: 2FA atau MFA?

Setelah memahami perbedaan antara 2FA dan MFA, seringkali terdapat pertanyaan manakah yang lebih aman antara 2FA dan MFA. Secara teori, MFA memang bisa lebih aman karena tidak terbatas pada dua faktor saja. Semakin banyak lapisan verifikasi yang digunakan, semakin sulit bagi pihak lain untuk mendapatkan akses yang tidak sah.

Namun, keamanan tidak hanya ditentukan oleh jumlah faktor, tetapi juga oleh bagaimana faktor tersebut diterapkan.

Misalnya, 2FA yang menggunakan password dan aplikasi authenticator sudah jauh lebih aman dibandingkan hanya password saja. Untuk mayoritas pekerja kantoran dan pelaku UMKM, kombinasi ini sudah memberikan perlindungan yang sangat kuat terhadap risiko pembobolan akun.

Sementara itu, MFA dengan tiga faktor atau lebih biasanya digunakan di lingkungan dengan tingkat risiko yang lebih tinggi, seperti sistem internal perusahaan besar, akses ke server, atau layanan keuangan yang sensitif. Pada kasus tersebut, tambahan faktor seperti biometrik atau perangkat khusus memang bisa memberikan keamanan ekstra.

Beberapa lembaga keamanan siber, seperti Cybersecurity & Infrastructure Security Agency (CISA), menyebutkan bahwa penggunaan autentikasi multi-faktor secara signifikan mengurangi risiko pengambilalihan akun dibandingkan hanya menggunakan password saja. Artinya, menambahkan faktor verifikasi tambahan memang terbukti meningkatkan keamanan.

Jadi kalau ditanya mana yang lebih aman, jawabannya adalah:

  • Secara konsep, MFA bisa lebih aman karena memungkinkan lebih dari dua faktor.
  • Secara praktik dalam kehidupan sehari-hari, 2FA sudah sangat cukup untuk melindungi akun kerja dan bisnis, asalkan diaktifkan dengan benar.

Yang terpenting adalah bukan memilih mana yang paling kompleks, tetapi memastikan kamu benar-benar menggunakan lapisan keamanan tambahan, tidak hanya mengandalkan password saja.

Kesimpulan

Memahami perbedaan 2FA dan MFA membantu kamu melihat gambaran besar tentang keamanan digital. Keduanya sama-sama menambahkan lapisan perlindungan di luar password, hanya saja MFA memiliki cakupan yang lebih luas dan bisa menggunakan lebih dari dua faktor verifikasi.

Secara konsep, MFA memang bisa memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi karena fleksibilitasnya dalam menambahkan faktor tambahan. Namun dalam praktik sehari-hari, 2FA sudah sangat memadai untuk melindungi akun kerja maupun akun bisnis, selama diaktifkan dan digunakan dengan benar.

Bagi pekerja kantoran dan pelaku UMKM, yang paling penting bukan memilih sistem yang paling kompleks, tetapi memastikan bahwa akun tidak lagi hanya bergantung pada password saja. Langkah sederhana seperti mengaktifkan 2FA sudah menjadi peningkatan besar dalam menjaga keamanan data dan aktivitas digital.

Pada akhirnya, keamanan bukan soal seberapa rumit sistemnya, tetapi seberapa konsisten kita menerapkannya. Mulailah dari yang realistis dan mudah digunakan, lalu perlahan tingkatkan sesuai kebutuhan dan risiko yang kamu hadapi. Semoga bermanfaat Sobat!

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar