Terlanjur Kena Virus? Begini Cara Mengamankan Perangkat dan Akun Kamu
Halo Sobat!
Pernahkah perangkat yang kamu gunakan tiba-tiba menjadi terasa lambat, sering
muncul iklan, atau bahkan menginstal sendiri aplikasi yang tidak pernah kamu download?
Atau mungkin kamu baru saja mengklik link tertentu lalu merasa ada sesuatu yang
aneh pada ponsel atau laptop yang kamu gunakan? Jika iya, maka bisa saja
perangkat kamu sudah terkena virus atau malware.
Virus atau
malware memiliki banyak jenisnya, tidak hanya bersifat mengunci atau membuat
file di perangkat kamu tidak bisa dibuka. Malware bisa saja hanya menampilkan
iklan yang mengganggu atau bahkan mampu mencuri data perangkat kamu juga,
mengambil alih akun, atau memantau aktivitas kamu tanpa disadari.
Tidak sedikit
orang yang langsung panik ketika menyadari perangkatnya mungkin telah
terinfeksi virus atau malware. Padahal, tindakan yang dilakukan setelah
perangkat terkena virus sering kali lebih penting dibandingkan dengan kepanikan
yang muncul saat pertama kali menyadarinya. Dalam beberapa kasus, langkah yang
tepat dapat membantu mencegah pencurian data, pengambilalihan akun sampai
dengan kerugian finansial yang lebih besar.
Lalu, apa yang
harus dilakukan jika perangkat sudah terlanjur terkena virus? Pada artikel ini,
saya akan membahas langkah-langkah yang dapat kamu lakukan untuk mengamankan
perangkat dan akun yang mungkin terdampak, sekaligus cara mengurangi risiko
agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
1.
Jangan Panik dan Kenali Tanda-Tanda
Perangkat Terkena Virus
Tidak semua masalah
pada perangkat disebabkan oleh virus ataupun malware. Oleh karena itu, jangan
panik dulu dan tetap tenang. Dalam beberapa kasus, perangkat yang terasa lambat
bisa saja disebabkan oleh memori yang hampir penuh, terlalu banyak aplikasi
berjalan di latar belakang, atau sistem yang memang sudah lama tidak
diperbarui.
Hal pertama yang
perlu kamu lakukan adalah mengenali apa saja tanda-tanda yang muncul pada
perangkat tersebut. Apakah tiba-tiba menjadi lag? Baterainya cepat
sekali habis, muncul iklan pop-up yang aneh dan tidak pernah muncul sebelumnya,
atau terdapat aplikasi baru di perangkat kamu yang kamu tidak merasa pernah
menginstallnya?
Selain itu, kamu
juga perlu memperhatikan apakah ada aktivitas lain yang terasa tidak wajar.
Contohnya penggunaan data internet yang meningkat secara tiba-tiba, browser
yang sering mengarahkan ke situs tertentu secara otomatis, atau muncul
notifikasi yang meminta kamu menginstal aplikasi maupun melakukan pembaruan
dari sumber yang tidak jelas.
Microsoft
menjelaskan bahwa beberapa jenis malware dapat berjalan di latar belakang tanpa
disadari pengguna-nya dan menggunakan sumber daya perangkat untuk menjalankan
aktivitas tertentu. Akibatnya, perangkat dapat menjadi lebih lambat dibandingkan
sebelumnya.
Pada tahap ini,
cobalah mengingat kembali apa yang terjadi sebelum masalah tersebut muncul.
Apakah kamu baru saja mengunduh aplikasi dari luar playstore atau appstore?
Menginstal file yang dikirim melalui pesan? Atau mengklik link yang sebelumnya
terlihat mencurigakan? Informasi tersebut dapat membantu kamu mengetahui apakah
perangkat benar-benar terkena virus atau hanya mengalami masalah teknis yang
lain.
Pada intinya, sebelum melakukan tindakan lebih jauh, pastikan terlebih dahulu apa saja gejala yang muncul dan kapan gejala tersebut mulai terjadi. Langkah ini akan membantu kamu menentukan tindakan yang tepat pada tahap berikutnya.
2.
Putuskan Koneksi Internet Jika Mencurigai
Ada Malware
Jika kamu yakin
bahwa perangkat kamu mungkin saja terkena malware, Langkah yang cukup aman
selanjutnya adalah mematikan koneksi internet. Meskipun tidak semua malware
bekerja dengan koneksi Internet, namun sebagian lainnya bekerja dengan cara berkomunikasi
ke server pusat malware tersebut melalui koneksi internet.
Menurut
Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), beberapa jenis malware
dapat mengirimkan informasi dari perangkat yang terinfeksi ke pihak lain tanpa
sepengetahuan pengguna. Informasi tersebut bisa saja berupa data perangkat,
aktivitas dari pengguna perangkat, hingga kredensial akun yang tersimpan pada
browser ataupun aplikasi tertentu.
Oleh karena itu,
jika kamu sudah cukup yakin bahwa perangkat kamu terkena virus, pertimbangkan
untuk mematikan Wi-Fi, data seluler, Bluetooth, atau koneksi jaringan lainnya
untuk sementara waktu. Langkah ini bertujuan untuk membatasi kemungkinan
malware mengirimkan data keluar dari perangkat atau menerima perintah tambahan
dari pihak yang mengendalikannya.
Namun, perlu dipahami bahwa memutus koneksi internet bukan berarti virus atau malware yang ada di perangkat akan langsung hilang. Langkah ini hanya berfungsi sebagai tindakan pencegahan awal untuk mengurangi risiko yang mungkin saja terjadi sebelum kamu melakukan pemeriksaan dan penanganan yang lebih lanjut.
3.
Cari dan Hapus File atau Aplikasi yang
Mencurigakan
Setelah memutuskan
koneksi Internet, langkah berikutnya adalah mencari kemungkinan sumber
masalahnya. Virus atau malware biasanya masuk ke perangkat melalui aplikasi,
file atau program yang sebelumnya telah didownload. Cobalah untuk mencari
terlebih dahulu file atau apliaksi tersebut di file manager perangkat kamu.
Namun, jangan
terburu-buru menghapus file sistem atau aplikasi bawaan perangkat hanya karena
namanya terlihat asing. Beberapa komponen sistem memang memiliki nama yang
tidak familiar bagi pengguna umum. Jika ragu, kamu bisa mencari informasi
terlebih dahulu mengenai nama file tersebut sebelum memutuskan untuk
menghapusnya. Tapi, jika file tersebut berbentuk apk atau exe kamu bisa
menguploadnya ke website seperti virustotal agar lebih yakin apakah itu
valid sebuah virus.
Pada beberapa
kasus, virus atau malware juga dapat menyamar sebagai aplikasi yang terlihat
normal. Oleh karena itu, jangan hanya berfokus pada nama aplikasinya saja.
Perhatikan apakah aplikasi tersebut meminta izin yang tidak masuk akal, sering
menampilkan iklan berlebihan, atau tetap berjalan di latar belakang meskipun
jarang digunakan.
Langkah ini memang tidak selalu dapat menghapus virus secara menyeluruh, tetapi setidaknya dapat membantu menghilangkan sumber infeksi yang paling mungkin sebelum kamu melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam pada perangkat.
4.
Lakukan Pemindaian Menggunakan Antivirus
atau Antimalware
Pada ponsel yang
modern biasanya sudah dilengkapi oleh antivirus atau antimalware bawaan. Oleh
karena itu, lakukan pemindaian perangkat menggunakan aplikasi bawaan ponsel
atau perangkat kamu karena hal tersebut lebih aman dilakukan. Dengan cara itu
juga kamu dapat mendeteksi komponen-komponen virus / malware lainnya.
Meskipun file
atau aplikasi yang kamu curigai sudah berhasil kamu hapus, bukan berarti
perangkat kamu sudah sepenuhnya aman. Dalam beberapa kasus, malware dapat
meninggalkan file lain di dalam sistem, membuat perubahan pada pengaturan
perangkat, atau bahkan tetap berjalan di latar belakang tanpa kamu sadari.
Menurut
Microsoft, beberapa jenis malware dapat berusaha menyembunyikan aktivitasnya
agar tidak mudah ditemukan oleh pengguna. Karena itu, pemeriksaan secara menyeluruh
sering kali menjadi pilihan yang lebih baik ketika perangkat sudah menunjukkan
tanda-tanda terinfeksi virus atau malware.
Namun, yang perlu disadari jangan menggunakan anti-virus yang kamu download dari sumber yang tidak jelas karena dapat menyebabkan masalah baru pada perangkat kamu. Menggunakan anti-virus bawaan perangkat sudah cukup aman untuk melakukan pemindaian secara menyeluruh jika kamu tidak yakin dengan anti-virus pihak ketiga.
5.
Ganti Password Akun yang Pernah Digunakan
di Perangkat
Jika kamu
memiliki perangkat lain, cobalah untuk mengganti semua password akun yang kamu login
di perangkat yang terinfeksi menggunakan perangkat lain. Setelah itu, lakukan
logout dari semua perangkat dan cek juga secara historynya apakah ada perangkat
yang tidak kamu ketahui sudah berhasil login ke akun kamu. Hal ini penting untuk
dilakukan karena beberapa jenis malware dirancang untuk mencuri informasi login
yang ada pada perangkat atau yang kamu simpan pada browser.
Menurut CISA,
kredensial akun seperti username dan password merupakan salah satu target yang
sering dicari oleh pelaku kejahatan siber. Oleh karena itu, jika terdapat
kemungkinan perangkat telah terinfeksi malware, mengganti password akun menjadi
salah satu langkah pencegahan yang sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.
Setelah melakukan perubahan password, jangan lupa untuk mengaktifkan MFA pada akun tersebut jika kamu belum melakukannya sebagai proteksi tambahan pada akun. Jangan login terlebih dahulu di perangkat yang terinfeksi sampai kamu benar-benar yakin bahwa malware atau virus tersebut sudah berhasil di hapus.
6.
Kapan Harus Reset Perangkat?
Dalam banyak
kasus, virus atau malware dapat diatasi dengan menghapus file atau aplikasi yang
menjadi sumber dari virus tersebut. Namun, ada beberapa kondisi di mana
langkah-langkah tersebut tidak cukup dan reset perangkat perlu dipertimbangkan
sebagai pilihan terakhir.
Misalnya,
perangkat masih menunjukkan gejala yang sama meskipun proses pemindaian telah
dilakukan berkali-kali, aplikasi mencurigakan terus muncul kembali setelah
dihapus, atau terdapat aktivitas yang tidak wajar yang tidak kunjung berhenti. Atau
dalam kasus yang lebih ekstrim file kamu yang ada diperangkat sudah tidak bisa
dibuka kembali. Pada kondisi seperti ini, kemungkinan masih terdapat komponen
malware yang belum berhasil dibersihkan sepenuhnya.
Namun, penting
untuk memahami bahwa reset perangkat bukanlah solusi untuk semua masalah. Jika
malware telah mencuri data, password, atau informasi penting lainnya, reset
perangkat tidak akan mengembalikan data tersebut. Begitu juga apabila file
telah terenkripsi akibat serangan ransomware, reset perangkat belum tentu dapat
mengembalikan file ke kondisi semula.
Oleh karena itu,
sebelum melakukan reset, pastikan kamu sudah mengamankan data penting yang
masih bisa diselamatkan dan memahami risiko dari proses tersebut. Jika merasa
ragu, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan teknisi atau pihak yang memahami
keamanan perangkat agar proses penanganan dapat dilakukan dengan lebih tepat.
Pada intinya,
reset perangkat sebaiknya dijadikan pilihan terakhir ketika langkah-langkah
sebelumnya tidak berhasil mengatasi masalah atau ketika tingkat infeksi malware
sudah cukup serius sehingga perangkat sulit digunakan secara normal.
7.
Pencegahan ke Depan
Setelah berhasil
menangani perangkat yang terkena virus atau malware, langkah berikutnya yang
tidak kalah penting adalah mencegah kejadian serupa terulang kembali. Meskipun
tidak ada cara yang dapat menjamin perangkat akan selalu aman dari seluruh
ancaman siber, terdapat beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi
risiko infeksi malware di kemudian hari.
Salah satu
langkah yang paling sederhana adalah hanya mendownload aplikasi dari sumber
resmi dan terpercaya, misalnya Playstore / Appstore. Yang tidak kalah penting
adalah tetap berhati-hati dalam menerima link ataupun file dari Internet.
Jangan lupa juga untuk rutin memperbarui sistem dari perangkat yang kamu
gunakan. Menurut Microsoft, pembaruan sistem tidak hanya menghadirkan fitur
baru, tetapi juga sering kali memperbaiki celah keamanan yang dapat
dimanfaatkan oleh penyerang untuk menyebarkan malware ke perangkat pengguna.
Sebagai langkah
tambahan, lakukan pencadangan atau backup data yang menurut kamu penting secara
berkala. Dengan memiliki salinan data, kamu akan lebih siap menghadapi berbagai
kemungkinan, termasuk kerusakan perangkat, kehilangan data, maupun serangan
malware yang dapat mengganggu akses terhadap file penting.
Pada akhirnya,
keamanan perangkat tidak hanya bergantung pada aplikasi antivirus atau fitur
keamanan yang tersedia. Kebiasaan pengguna dalam mengelola perangkat dan
berhati-hati saat beraktivitas di dunia digital juga memiliki peran yang sangat
besar dalam mengurangi risiko terkena virus maupun malware.
Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk membagikannya kepada teman, keluarga, atau rekan kerja yang mungkin membutuhkannya. Kamu juga bisa menyimpan artikel ini sebagai panduan apabila suatu saat menemukan tanda-tanda perangkat terkena virus atau malware.

