Q8LM00IP7eSf73EyXgVX2ZJRJrZ72TjevMPiduPy
Bookmark

Terlanjur Kena Virus? Begini Cara Mengamankan Perangkat dan Akun Kamu

Apa yang harus dilakukan jika perangkat kena virus? Kenali tanda malware, amankan akun, bersihkan perangkat, dan cegah infeksi terulang.

Halo Sobat! Pernahkah perangkat yang kamu gunakan tiba-tiba menjadi terasa lambat, sering muncul iklan, atau bahkan menginstal sendiri aplikasi yang tidak pernah kamu download? Atau mungkin kamu baru saja mengklik link tertentu lalu merasa ada sesuatu yang aneh pada ponsel atau laptop yang kamu gunakan? Jika iya, maka bisa saja perangkat kamu sudah terkena virus atau malware.

Virus atau malware memiliki banyak jenisnya, tidak hanya bersifat mengunci atau membuat file di perangkat kamu tidak bisa dibuka. Malware bisa saja hanya menampilkan iklan yang mengganggu atau bahkan mampu mencuri data perangkat kamu juga, mengambil alih akun, atau memantau aktivitas kamu tanpa disadari.

Tidak sedikit orang yang langsung panik ketika menyadari perangkatnya mungkin telah terinfeksi virus atau malware. Padahal, tindakan yang dilakukan setelah perangkat terkena virus sering kali lebih penting dibandingkan dengan kepanikan yang muncul saat pertama kali menyadarinya. Dalam beberapa kasus, langkah yang tepat dapat membantu mencegah pencurian data, pengambilalihan akun sampai dengan kerugian finansial yang lebih besar.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika perangkat sudah terlanjur terkena virus? Pada artikel ini, saya akan membahas langkah-langkah yang dapat kamu lakukan untuk mengamankan perangkat dan akun yang mungkin terdampak, sekaligus cara mengurangi risiko agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

cara mengamankan perangkat yang kena virus

1.     Jangan Panik dan Kenali Tanda-Tanda Perangkat Terkena Virus

Tidak semua masalah pada perangkat disebabkan oleh virus ataupun malware. Oleh karena itu, jangan panik dulu dan tetap tenang. Dalam beberapa kasus, perangkat yang terasa lambat bisa saja disebabkan oleh memori yang hampir penuh, terlalu banyak aplikasi berjalan di latar belakang, atau sistem yang memang sudah lama tidak diperbarui.

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengenali apa saja tanda-tanda yang muncul pada perangkat tersebut. Apakah tiba-tiba menjadi lag? Baterainya cepat sekali habis, muncul iklan pop-up yang aneh dan tidak pernah muncul sebelumnya, atau terdapat aplikasi baru di perangkat kamu yang kamu tidak merasa pernah menginstallnya?

Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan apakah ada aktivitas lain yang terasa tidak wajar. Contohnya penggunaan data internet yang meningkat secara tiba-tiba, browser yang sering mengarahkan ke situs tertentu secara otomatis, atau muncul notifikasi yang meminta kamu menginstal aplikasi maupun melakukan pembaruan dari sumber yang tidak jelas.

Microsoft menjelaskan bahwa beberapa jenis malware dapat berjalan di latar belakang tanpa disadari pengguna-nya dan menggunakan sumber daya perangkat untuk menjalankan aktivitas tertentu. Akibatnya, perangkat dapat menjadi lebih lambat dibandingkan sebelumnya.

Pada tahap ini, cobalah mengingat kembali apa yang terjadi sebelum masalah tersebut muncul. Apakah kamu baru saja mengunduh aplikasi dari luar playstore atau appstore? Menginstal file yang dikirim melalui pesan? Atau mengklik link yang sebelumnya terlihat mencurigakan? Informasi tersebut dapat membantu kamu mengetahui apakah perangkat benar-benar terkena virus atau hanya mengalami masalah teknis yang lain.

Pada intinya, sebelum melakukan tindakan lebih jauh, pastikan terlebih dahulu apa saja gejala yang muncul dan kapan gejala tersebut mulai terjadi. Langkah ini akan membantu kamu menentukan tindakan yang tepat pada tahap berikutnya.

2.     Putuskan Koneksi Internet Jika Mencurigai Ada Malware

Jika kamu yakin bahwa perangkat kamu mungkin saja terkena malware, Langkah yang cukup aman selanjutnya adalah mematikan koneksi internet. Meskipun tidak semua malware bekerja dengan koneksi Internet, namun sebagian lainnya bekerja dengan cara berkomunikasi ke server pusat malware tersebut melalui koneksi internet.  

Menurut Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), beberapa jenis malware dapat mengirimkan informasi dari perangkat yang terinfeksi ke pihak lain tanpa sepengetahuan pengguna. Informasi tersebut bisa saja berupa data perangkat, aktivitas dari pengguna perangkat, hingga kredensial akun yang tersimpan pada browser ataupun aplikasi tertentu.

Oleh karena itu, jika kamu sudah cukup yakin bahwa perangkat kamu terkena virus, pertimbangkan untuk mematikan Wi-Fi, data seluler, Bluetooth, atau koneksi jaringan lainnya untuk sementara waktu. Langkah ini bertujuan untuk membatasi kemungkinan malware mengirimkan data keluar dari perangkat atau menerima perintah tambahan dari pihak yang mengendalikannya.

Namun, perlu dipahami bahwa memutus koneksi internet bukan berarti virus atau malware yang ada di perangkat akan langsung hilang. Langkah ini hanya berfungsi sebagai tindakan pencegahan awal untuk mengurangi risiko yang mungkin saja terjadi sebelum kamu melakukan pemeriksaan dan penanganan yang lebih lanjut.

3.     Cari dan Hapus File atau Aplikasi yang Mencurigakan

Setelah memutuskan koneksi Internet, langkah berikutnya adalah mencari kemungkinan sumber masalahnya. Virus atau malware biasanya masuk ke perangkat melalui aplikasi, file atau program yang sebelumnya telah didownload. Cobalah untuk mencari terlebih dahulu file atau apliaksi tersebut di file manager perangkat kamu.

Namun, jangan terburu-buru menghapus file sistem atau aplikasi bawaan perangkat hanya karena namanya terlihat asing. Beberapa komponen sistem memang memiliki nama yang tidak familiar bagi pengguna umum. Jika ragu, kamu bisa mencari informasi terlebih dahulu mengenai nama file tersebut sebelum memutuskan untuk menghapusnya. Tapi, jika file tersebut berbentuk apk atau exe kamu bisa menguploadnya ke website seperti virustotal agar lebih yakin apakah itu valid sebuah virus.

Pada beberapa kasus, virus atau malware juga dapat menyamar sebagai aplikasi yang terlihat normal. Oleh karena itu, jangan hanya berfokus pada nama aplikasinya saja. Perhatikan apakah aplikasi tersebut meminta izin yang tidak masuk akal, sering menampilkan iklan berlebihan, atau tetap berjalan di latar belakang meskipun jarang digunakan.

Langkah ini memang tidak selalu dapat menghapus virus secara menyeluruh, tetapi setidaknya dapat membantu menghilangkan sumber infeksi yang paling mungkin sebelum kamu melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam pada perangkat.

4.     Lakukan Pemindaian Menggunakan Antivirus atau Antimalware

Pada ponsel yang modern biasanya sudah dilengkapi oleh antivirus atau antimalware bawaan. Oleh karena itu, lakukan pemindaian perangkat menggunakan aplikasi bawaan ponsel atau perangkat kamu karena hal tersebut lebih aman dilakukan. Dengan cara itu juga kamu dapat mendeteksi komponen-komponen virus / malware lainnya.

Meskipun file atau aplikasi yang kamu curigai sudah berhasil kamu hapus, bukan berarti perangkat kamu sudah sepenuhnya aman. Dalam beberapa kasus, malware dapat meninggalkan file lain di dalam sistem, membuat perubahan pada pengaturan perangkat, atau bahkan tetap berjalan di latar belakang tanpa kamu sadari.

Menurut Microsoft, beberapa jenis malware dapat berusaha menyembunyikan aktivitasnya agar tidak mudah ditemukan oleh pengguna. Karena itu, pemeriksaan secara menyeluruh sering kali menjadi pilihan yang lebih baik ketika perangkat sudah menunjukkan tanda-tanda terinfeksi virus atau malware.

Namun, yang perlu disadari jangan menggunakan anti-virus yang kamu download dari sumber yang tidak jelas karena dapat menyebabkan masalah baru pada perangkat kamu. Menggunakan anti-virus bawaan perangkat sudah cukup aman untuk melakukan pemindaian secara menyeluruh jika kamu tidak yakin dengan anti-virus pihak ketiga.  

5.     Ganti Password Akun yang Pernah Digunakan di Perangkat

Jika kamu memiliki perangkat lain, cobalah untuk mengganti semua password akun yang kamu login di perangkat yang terinfeksi menggunakan perangkat lain. Setelah itu, lakukan logout dari semua perangkat dan cek juga secara historynya apakah ada perangkat yang tidak kamu ketahui sudah berhasil login ke akun kamu. Hal ini penting untuk dilakukan karena beberapa jenis malware dirancang untuk mencuri informasi login yang ada pada perangkat atau yang kamu simpan pada browser.

Menurut CISA, kredensial akun seperti username dan password merupakan salah satu target yang sering dicari oleh pelaku kejahatan siber. Oleh karena itu, jika terdapat kemungkinan perangkat telah terinfeksi malware, mengganti password akun menjadi salah satu langkah pencegahan yang sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.

Setelah melakukan perubahan password, jangan lupa untuk mengaktifkan MFA pada akun tersebut jika kamu belum melakukannya sebagai proteksi tambahan pada akun. Jangan login terlebih dahulu di perangkat yang terinfeksi sampai kamu benar-benar yakin bahwa malware atau virus tersebut sudah berhasil di hapus.

6.     Kapan Harus Reset Perangkat?

Dalam banyak kasus, virus atau malware dapat diatasi dengan menghapus file atau aplikasi yang menjadi sumber dari virus tersebut. Namun, ada beberapa kondisi di mana langkah-langkah tersebut tidak cukup dan reset perangkat perlu dipertimbangkan sebagai pilihan terakhir.

Misalnya, perangkat masih menunjukkan gejala yang sama meskipun proses pemindaian telah dilakukan berkali-kali, aplikasi mencurigakan terus muncul kembali setelah dihapus, atau terdapat aktivitas yang tidak wajar yang tidak kunjung berhenti. Atau dalam kasus yang lebih ekstrim file kamu yang ada diperangkat sudah tidak bisa dibuka kembali. Pada kondisi seperti ini, kemungkinan masih terdapat komponen malware yang belum berhasil dibersihkan sepenuhnya.

Namun, penting untuk memahami bahwa reset perangkat bukanlah solusi untuk semua masalah. Jika malware telah mencuri data, password, atau informasi penting lainnya, reset perangkat tidak akan mengembalikan data tersebut. Begitu juga apabila file telah terenkripsi akibat serangan ransomware, reset perangkat belum tentu dapat mengembalikan file ke kondisi semula.

Oleh karena itu, sebelum melakukan reset, pastikan kamu sudah mengamankan data penting yang masih bisa diselamatkan dan memahami risiko dari proses tersebut. Jika merasa ragu, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan teknisi atau pihak yang memahami keamanan perangkat agar proses penanganan dapat dilakukan dengan lebih tepat.

Pada intinya, reset perangkat sebaiknya dijadikan pilihan terakhir ketika langkah-langkah sebelumnya tidak berhasil mengatasi masalah atau ketika tingkat infeksi malware sudah cukup serius sehingga perangkat sulit digunakan secara normal. 

7.     Pencegahan ke Depan

Setelah berhasil menangani perangkat yang terkena virus atau malware, langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah mencegah kejadian serupa terulang kembali. Meskipun tidak ada cara yang dapat menjamin perangkat akan selalu aman dari seluruh ancaman siber, terdapat beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi risiko infeksi malware di kemudian hari.

Salah satu langkah yang paling sederhana adalah hanya mendownload aplikasi dari sumber resmi dan terpercaya, misalnya Playstore / Appstore. Yang tidak kalah penting adalah tetap berhati-hati dalam menerima link ataupun file dari Internet. Jangan lupa juga untuk rutin memperbarui sistem dari perangkat yang kamu gunakan. Menurut Microsoft, pembaruan sistem tidak hanya menghadirkan fitur baru, tetapi juga sering kali memperbaiki celah keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh penyerang untuk menyebarkan malware ke perangkat pengguna.

Sebagai langkah tambahan, lakukan pencadangan atau backup data yang menurut kamu penting secara berkala. Dengan memiliki salinan data, kamu akan lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk kerusakan perangkat, kehilangan data, maupun serangan malware yang dapat mengganggu akses terhadap file penting.

Pada akhirnya, keamanan perangkat tidak hanya bergantung pada aplikasi antivirus atau fitur keamanan yang tersedia. Kebiasaan pengguna dalam mengelola perangkat dan berhati-hati saat beraktivitas di dunia digital juga memiliki peran yang sangat besar dalam mengurangi risiko terkena virus maupun malware.

Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk membagikannya kepada teman, keluarga, atau rekan kerja yang mungkin membutuhkannya. Kamu juga bisa menyimpan artikel ini sebagai panduan apabila suatu saat menemukan tanda-tanda perangkat terkena virus atau malware.

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar