Mengetahui 6 Format Pada Gambar Yang Sering Digunakan



Hello sobat, gambar merupakan salah satu media yang kita gunakan untuk menyebarkan informasi secara visual. Baik informasi yang bersifat ilmiah maupun sekadar untuk hiburan saja.

Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gambar adalah tiruan barang (orang binatang, tumbuhan, dan sebagainya) yang dibuat dengan coretan pensil dan sebagainya pada kertas. Namun, gambar yang akan dibahas kali ini dalam pengertian yang lebih luas.

Sedangkan format gambar adalah cara standar untuk mengatur dan menyimpan file digital. File ini biasanya terdiri dari data-data digital berupa warna, cahaya, ilustrasi yang pada akhirnya membentuk objek berupa gambar.

Mengetahui kegunaan dari format gambar adalah hal yang wajib. Apalagi jika sobat seorang desainer grafis. Karena format gambar memiliki fungsi, manfaat dan tujuan penggunaannya masing-masing. Berikut penjelasan 6 format gambar yang sering digunakan.

6 Jenis Format Gambar

1.        Portable Network Graphics (.png)

Portable Network Graphics (PNG) adalah format gambar yang merupakan gabungan dari format JPG dan GIF. PNG sendiri merupakan format gambar yang sangat baik untuk grafis internet, karena meskipun ukurannya dikurangi, resolusi dan kualitasnya tetap bertahan. Tentunya hal tersebut dapat meningkatkan SEO dari website kita. Selain itu, PNG dapat disimpan dengan latar belakang transparan. Sehingga membuat gambar lebih berkualitas dan terlihat lebih tajam.  

PNG merupakan tipe file yang memiliki solusi kompresi yang powerful dengan warna yang lebih banyak yaitu 24 bit RGB dan alpha. Berbeda dengan JPG yang menggunakan teknik kompresi yang menghilangkan data, file PNG menggunakan kompresi yang tidak menghilangkan data (lossles compression). Sehingga membuat kualitas dari PNG tetap bertahan walaupun ukurannya dikurangi.

Karena sifatnya yang transparan, penuh warna dan tidak pecah, maka format gambar PNG ini paling cocok digunakan untuk gambar yang memiliki banyak warna. Selain itu, juga cocok digunakan untuk gambar yang perlu diedit ulang karena file PNG tidak menurunkan kualitas dari gambar.  Dan format ini juga sangat baik digunakan pada dokumen online atau capturing text seperti memblok halaman pencarian di menu navigasi.

2.      Joint Photographic Experts Group (.jpeg)

Joint Photographic Experts Group (JPEG) atau yang biasa disebut juga dengan JPG merupakan format gambar yang mengkompres data gambar dengan cara mengurangi bagian-bagian dari gambar untuk memblok pixel dalam gambar tersebut.

Teknik kompresi yang digunakan pada file JPG menyebabkan ukuran gambar mengecil serta kualitas gambar turun (lossy compression). Hal tersebut membuat format gambar ini tidak terlalu baik untuk digunakan menyimpan gambar pajangan atau artistik. Jika kita menyimpan file tipe lain ke tipe JPG, ukuran gambar biasanya akan mengecil, dan kualitasnya pun turun serta tidak dapat dikembalikan lagi. File bertipe BMP misalnya,  ukurannya dapat turun menjadi seper sepuluh setelah dikonversi menjadi JPG.

File JPG cocok digunakan untuk gambar yang memiliki banyak warna, misalnya foto wajah dan pemandangan. Selain itu, bagus juga untuk gambar yang memiliki gradien, misalnya perubahan warna yang perlahan-lahan dari merah ke biru. Tetapi tidak cocok digunakan untuk gambar yang hanya memiliki sedikit warna seperti kartun atau komik.

3.      BMP (Bitmap)

Bitmap merupakan representasi dari citra grafis yang terdiri dari susunan titik- titik yang tersimpan di dalam memori komputer. Kerapatan titik-titik ini dinamakan resolusi, dimana menunjukkan seberapa tajam gambar ini ketika ditampilkan, ditunjukkan dengan jumlah baris dan kolom, sebagai contohnya 1024×768. Semakin banyak pixel yang ada di dalam gambar  maka akan semakin halus gambar itu terlihat, dan sebaliknya jika semakin sedikit pixelnya maka gambar tersebut akan terlihat pecah (kualitasnya buruk).

BMP merupakan file gambar yang tidak terkompresi. Oleh karena itu, ukuran file BMP biasanya cenderung besar. Tipe file ini umumnya digunakan pada sistem operasi Windows dan OS/2. Kelebihan dari tipe file BMP ini adalah dapat dibuka oleh hampir semua program pengolah gambar. Sedangkan kekurangan dari file BMP ini yaitu gambar akan terlihat “kotak-kotak” dan menjadi pecah apabila gambar tersebut di perbesar atau dicetak menggunakan resolusi yang lebih kecil dari pada nilai resolusi aslinya.

4.      GIF (Graphics Interchange Format)

Graphics Interchange Format yang merupakan format gambar dengan 8 bit warna. Yang berarti hanya dibatasi oleh palet sebanyak 256 jenis warna, yang dapat dipilih dari model RGB dan disimpan ke Color Look Up Tablet (CLUT), atau sederhananya “Color Table“.

GIF memiliki kombinasi warna yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan JPEG. Meski begitu, GIF mampu menyimpan grafis dengan latar belakang transparan ataupun dalam bentuk animasi sederhana. GIF juga menggunakan metode Lossless Compression yang berfungsi melakukan kompresi tanpa mengurangi kualitas gambar yang dihasilkan.

Format GIF mendukung penggunaan multiple-bitmap dalam satu file sehingga dapat menghasilkan gambar animasi dan merekam penggunaan Transparency Masking. GIF juga baik untuk menampilkan gambar dengan komposisi yang tidak menggunakan terlalu banyak warna, seperti gambar kartun. Selain itu, GIF juga cocok untuk gambar animasi sederhana seperti banner iklan, header, print shoot, dan gambar grayscale. Sementara itu, GIF tidak cocok digunakan untuk gambar yang memiliki banyak warna seperti pemandangan dan gambar yang di dalamnya terdapat warna gradien.

5.      TIFF (Tagged Image File Format)

Tagged Image File Format merupakan file raster berukuran besar yang bisa mempertahankan kualitas dan resolusi meskipun sudah digunakan berulang-ulang. Format TIFF biasa digunakan untuk kebutuhan pencetakan dengan kualitas gambar yang sangat tinggi yang mencapai 32 bit sehingga ukuran berkas untuk format ini biasanya sangat besar, karena dalam file ini gambar tidak dikompresi.

Format berkas TIFF juga dapat digunakan untuk keperluan pertukaran antar platform (PC, Macintosh, dan Silicom Graphic). Selain itu, Format ini juga mudah digunakan untuk transfer antar program. Namun, format ini tidak cocok untuk digunakan di situs website karena ukurannya yang besar akan mengakibatkan waktu loading situs web yang lambat.

6.      Encapsulated Postscript (.eps)

Encapsulated Postscript atau EPS adalah jenis file dengan format vector yang telah dirancang sedemikian rupa untuk menghasilkan grafik dengan resolusi tinggi. Format ini juga sudah mendukung berbagai mode warna seperti Lab, RGB, CMYK, grayscale, dan mode lainnya. Format ini memungkinkan pengguna untuk melakukan embedding pada file EPS dalam dokumen postscript lainnya.

Format EPS banyak digunakan untuk keperluan pertukaran file dalam program grafis contohnya Adobe, Corel Draw, Quark, dan sebagainya. Hal ini dikarenakan EPS dapat dikenali oleh banyak program pra cetak. Berkas dengan format EPS biasanya ditandai dengan kode .eps atau .epsf.

Format file ini memiliki kekurangan yaitu tidak mampu menyimpan informasi alpha channel. Oleh karena itu, banyak pengguna yang menggunakan format EPS apabila sudah berada pada tahap final pra cetak. Namun, format EPS juga mempunyai kelebihan yang membuatnya banyak dipilih dalam dunia desain grafis. Salah satunya format EPS biasanya mempunyai isi dengan format teks polos. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri karena membuat pengguna merasa nyaman ketika mengakses file tersebut.

Itulah penjelasan mengenai 6 macam jenis format gambar yang biasa digunakan oleh kita. Mengetahui fungsi dan kegunaan dari format gambar adalah penting. Apalagi jika seorang desainer grafis. Agar kita tidak salah dalam menggunakannya. Semoga artikel ini bermanfaat sobat. Terima kasih.

 

Sumber : Artikel ini dibuat bersumberkan dari laman klikhost.com, bungkul.com, dan makintahu.com

Share this

Berlangganan Gratis

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

komentar