Ticker

6/recent/ticker-posts

10 Prediksi Tren Teknologi di Tahun 2020 Menurut Alibaba DAMO Academy



Hello sobat, menyambut era revolusi industri 4.0 membuat inovasi tentang teknologi terus bermunculan. Mulai dari AI yang berkembang menjadi kecerdasan kognitif, in-memory-computing, hingga pertumbuhan industri IoT. Teknologi tersebut tentunya diharapkan dapat mempercepat jalannya ekonomi digital.

Alibaba Damo Academy, lembaga riset global yang diprakarsai oleh Alibaba Group, merilis laporan mengenai tren teknologi terbaru yang berpotensi besar di tahun 2020.

Melansir dari laman Technologue.id, Jeff Zhang, Head of Alibaba Damo Academy & President of Alibaba Cloud Intelligence mengatakan pihaknya memprediksi akan ada lebih banyak kemajuan dan terobosan teknologi.

“Kita hidup di era dengan pertumbuhan teknologi yang pesat. Khususnya, generasi baru teknologi TI yang ditandai dengan terobosan teknologi komputasi awan, artificial intelligence, blockchain, data intelligence dan 5G, yang diharapkan dapat mempercepat jalannya ekonomi digital,” ujarnya.

Meskipun tren teknologi tersebut masih prediksi tetapi berpotensi besar untuk menjadi tren di tahun ini. Hal tersebut tentunya tergantung dari faktor kepentingan bisnis dari perusahaan induk. Berikut adalah 10 prediksi tren teknologi tahun ini menurut Alibaba DAMO Academy:

1.     Artificial Intelligence Berkembang Menjadi Kecerdasan Kognitif

Teknologi AI berkembang dari sebelumnya yang hanya kecerdasan perseptual menjadi kecerdasan kognitif. AI sendiri telah melampaui batasan manusia di bidang kecerdasan  perseptual, seperti teknologi speech to text, pemahaman video, natural language processing (NLP) atau kemampuan memeroses bahasa alami, dan sebagainya. Namun, di bidang kecerdasan kognitif AI masih tahap awal pengembangan.

Kecerdasan kognitif akan menarik gagasan dari ilmu otak, psikologi kognitif, serta sejarah sosial manusia, yang dikombinasikan dengan teknik-teknik seperti lintas domain pada grafik pengetahuan, inferensi kausalitas, dan pembelajaran berkelanjutan.

Hal tersebut untuk membuat mesin dapat memahami dan memanfaatkan pengetahuan, agar mencapai terobosan untuk mendapatkan kunci dari kecerdasan perseptual yang kemudian berkembang menjadi kecerdasan kognitif.

2.     IoT Mendukung Transformasi Digital

Internet of Things (IoT) sebenarnya sudah dikenal sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, di tahun ini teknologi 5G, komputasi awan, perangkat IoT, dan edge computing dipercaya dapat mempercepat perpaduan antara sistem komunikasi, sistem informasi, dan sistem kontrol sektor industri.

Hal tersebut membuat perusahaan manufaktur dapat merasakan teknologi otomatisasi mesin, penjadwalan produksi, dan logistik di pabrik sebagai cara untuk merealisasikan model bisnis C2B manufaktur pintar atau consumer to business smart manufacturing. 

3.     Teknologi in-Memory-Computing

Pada arsitektur Von Neumann, memori dan prosesor AI terpisah serta komputasinya pun membutuhkan data untuk terus bergerak. Namun, pada arsitektur Processing-in-Memory (PIM) memori dan prosesor dapat menyatu bersama dan komputasi dilakukan di mana data disimpan dengan gerakan data minimal. Sehingga, paralelisme komputasi dan efisiensi daya dapat ditingkatkan secara signifikan.

4.     Teknologi AI Yang Dapat Melindungi Privasi Data

Biaya compliance yang diwajibkan oleh undang-undang dan peraturan terbaru tentang perlindungan data terkait transfer data semakin tinggi dari sebelumnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya peningkatan minat dalam menggunakan teknologi AI untuk melindungi privasi data. Teknologi AI tersebut dapat mengurangi masalah kepercayaan dalam praktik berbagi data pada saat ini.

5.     Aplikasi Blockchain Akan Diadopsi Secara Massal

Di masa depan, sejumlah skenario disiapkan untuk aplikasi blockchain inovatif dengan kolaborasi multi dimensi di berbagai industri dan ekosistem. Hal ini menyebabkan munculnya penggunaan aplikasi blockchain skala besar. Maka dari itu, aplikasi blockchain tingkat produksi skala besar akan diadopsi secara massal dengan lebih dari 10 juta DAI (Item Aktif Harian).

6.     Periode Kritis Sebelum Komputasi Kuantum Skala Besar

Pada tahun 2020, bidang komputasi kuantum akan menerima peningkatan investasi yang disertai dengan peningkatan kompetisi. Hal ini juga akan mendorong percepatan dalam industrialisasi dan pembentukan ekosistem secara bertahap.

Beberapa tahun mendatang, tonggak berikutnya adalah realisasi komputasi kuantum fault-tolerant dan demonstrasi keunggulan kuantum dalam menghadapi masalah yang sebenarnya. Mulai dari tantangan besar terhadap pengetahuan yang ada pada saat ini. Komputasi kuantum akan mulai memasuki masa kritis.

7.     Desain Modular

Model desain chip tradisonal tidak dapat secara efisien menanggapi kebutuhan produksi chip yang berkembang cepat. Maka dari itu, Desain chip SoC open source berdasarkan RISC-V hadir dengan bahasa deskripsi perangkat keras tingkat tinggi, dan metode desain chip modular berbasis IP yang mampu mempercepat pengembangan metode desain yang gesit serta ekosistem chip yang open source.

Selain itu, metode desain modular berdasarkan chiplets (pembuat chip) menggunakan metode pengemasan yang canggih untuk mengemas chiplets yang memiliki fungsi berbeda secara bersamaan.  

8.     Material Baru Akan Merevolusi Perangkat Semikonduktor

Sampai saat ini, produsen semikonduktor besar masih belum menemukan jawaban dan opsi yang jelas untuk chip di luar 3nm. Akan tetapi, dengan adanya material baru akan membuat logika baru, penyimpanan, serta perangkat interkoneksi melalui mekanisme fisik baru, dan mendorong inovasi berkelanjutan di industri semikonduktor.

Misalnya, isolator topologi, bahan superkonduktor dua dimensi yang dapat mencapai pengangkutan tanpa kehilangan elektron dan putaran. Hal tersebut dapat menjadi dasar bagi logika untuk kinerja tinggi dan perangkat interkoneksi baru, sementara itu bahan magnetik baru dan bahan switching resistif baru dapat mewujudkan memori magnetis berkinerja tinggi seperti SOT-MRAM dan memori resistif.

9.     Terjadinya Kolaborasi Skala Besar Antar Mesin

Kecerdasan tunggal dengan cara yang tradisional tidak dapat memenuhi permintaan real-time dan keputusan perangkat cerdas dengan skala besar. Pengembangan teknologi penginderaan yang kolaboratif dari Internet of things (IoT) dan teknologi komunikasi 5G akan mewujudkan kolaborasi di antara banyak agen – mesin yang bekerja sama satu sama lain dan bersaing satu sama lain untuk menyelesaikan target.

10.  Cloud Menjadi Pusat Inovasi Teknologi TI

Cloud memiliki hubungan yang erat dengan hampir semua teknologi TI, termasuk chip baru, database baru, big data, jaringan adaptif self-driving, AI, blockchain, IoT,  komputasi kuantum dan lainnya.

Sementara itu, cloud terus berinovasi dengan teknologi baru, seperti komputasi tanpa server, desain perangkat lunak yang terintegrasi, arsitektur perangkat lunak cloud serta operasi otomatis cerdas. 

Itulah 10 prediksi tren teknologi di tahun 2020 menurut Alibaba DAMO Academy. Dalam laporannya, Alibaba DAMO Academy juga mendorong agar perusahaan bisa mengembangkan inovasi di berbagai sektor industri dan membuat teknologi lebih mudah diakses untuk bisnis dan masyarakat pada umumnya. Bagaimana menurut sobat? apakah prediksi tersebut akan terjadi di tahun 2020 ini?

Semoga artikel kali ini bermanfaat buat sobat semuanya. Jangan lupa komen dan share pengetahuan ini ke sobat yang lainnya. Terima kasih.