Ticker

6/recent/ticker-posts

Mengenal Database dan Jenis-jenisnya Beserta Contoh Aplikasi

Halo Sobat, setiap harinya kita tidak bisa lepas dengan yang namanya teknologi. Hal tersebut menjadi wajar karena teknologi dapat membantu manusia. Baik membantu dalam pekerjaan maupun kegiatan bersosial. Contohnya adalah media sosial. Aplikasi tersebut mampu menghubungkan kita dengan orang yang berada di kejauhan. Selain itu, kita juga bisa bertukar cerita dengan orang-orang lewat fitur yang disediakan. Sehingga kita dapat mengetahui kabar dari seseorang tanpa perlu bertanya dengan orang tersebut. Namun, dibalik itu semua, terdapat sistem besar yang menyimpan semua data yang ada di media sosial tersebut. Sistem tersebut adalah Database.

Secara singkat database adalah sekumpulan data dan informasi yang tersimpan dan tersusun rapi pada ruang penyimpanan komputer. Akan tetapi, yang perlu diketahui adalah database tidak terbatas pada kumpulan data dan informasi saja, melainkan suatu aspek penting dalam sistem informasi yang memiliki fungsi sebagai gudang penyimpanan data yang dikelola berdasarkan metode tertentu untuk nantinya diolah lebih lanjut. Pada penerapannya, database tidak hanya diimplementasikan pada lingkup IT, melainkan di segala bidang yang meliputi perusahaan, pemerintahan, bahkan universitas dan sekolah.

Pada saat ini pengolahan database sudah menggunakan media komputer dan diatur secara sistematik. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam mengakses dan mencari keberadaan suatu data. Data tersebut juga dapat diperiksa, diproses, dan dimanipulasi sesuai dengan kebutuhan oleh program komputer untuk menghasilkan sebuah informasi.

Jenis dan Fungsi Database

1. Operational Database

Database tipe ini berfungsi untuk tempat mengelola data secara dinamis dan real-time yang memungkinkan pengguna untuk melakukan, melihat, maupun memodifikasi data. Modifikasi tersebut meliputi mengubah, menambah, atau menghapus data secara langsung melalaui hardware yang digunakan. Database ini juga biasa dikenal dengan sebutan database On Line Transaction Processing karena fitur yang dimilikinya. Dengan memanfaatkan database ini pengguna dapat menyimpan data-data secara rinci dan mudah dalam mengaksesnya. Adapun produk dari tipe database ini yaitu JSON dan XML.

JSON yang merupakan singkatan dari JavaScript Object Notation adalah suatu format file yang menggunakan teks untuk mengirimkan data. JSON memiliki kelebihan yaitu sinkronisasi data yang dapat dikerjakan secara real-time. Format ini biasa dipakai oleh pengguna untuk bertukar data melalui web server ataupun web browser. Sesuai dengan namanya, format JSON merupakan pengembangan dari bahasa pemrograman JavaScript. File dari JSON sendiri memiliki ekstensi khusus yaitu “. json”.

Sedangkan, XML merupakan singkatan dari Extensible Markup Language. XML sendiri adalah suatu bahasa pada program markup yang memiliki aturan untuk memberikan dua kode dokumen yang berbeda agar dapat dibaca atau diketahui oleh komputer maupun manusia. Melalui XML, sistem akan menghasilkan sebuah format data yang berupa teks untuk merepresentasikan sebuah struktur pada basis data. Sama seperti JSON, XML juga bisa mensinkronisasi data secara real-time bagi pengguna.

2. Distributed Database

Pada tipe ini database memiliki dua atau lebih berkas yang terletak di situs yang berbeda, baik di jaringan yang sama maupun di jaringan yang berbeda. Database ini berfungsi untuk mengelompokkan tiap-tiap departemen melalui fungsi yang berbeda. Dalam penerapannya, database tipe ini menggunakan sistem yang berfungsi untuk mendistribusikan database lewat workgroup locale di kantor regional, kantor cabang, ataupun di lokasi kerja yang masih berkaitan.

Meskipun tersebar, database ini masih saling berkaitan tentunya. Database ini juga bisa diakses secara bersamaan. Cara kerjanya yaitu melalui administrator, database mendistribusikan sekumpulan data di beberapa lokasi yang berada di server jaringan secara teroganisir. Database yang terdistribusi tersebut mampu meningkatkan kinerja bagi end user karena sistemnya yang unik. Adapun produk dari database tipe ini adalah Microsoft Access.

Microsoft Access sendiri merupakan suatu sistem DBMS yang mengkombinasikan Microsoft Jet Database Engine dengan alat pengembang perangkat lunak. Software ini memungkinkan pengguna untuk dapat mengimpor atau menghubungkan langsung ke data yang tersimpan di database lainnya. Aplikasi ini memiliki format penyimpanan data sendiri.

3. Database Warehouse

Sistem database ini biasa digunakan untuk analisa dan pelaporan data. Berdasarkan pengertiannya, database warehouse merupakan suatu repositori sentral data yang terpadu dari satu atau lebih sumber yang berbeda. Dalam sistemnya, database ini memiliki tempat untuk menyimpan data teerkini dan terdapat pula histori tempat yang telah dipakai untuk digunakan sebagai laporan analisis. Cara kerjanya yaitu, pada mulanya data yang disimpan di warehouse diunggah dari sistem operasi. Data-data tersebut bisa melalui penyimpanan operasional yang dimungkinkan juga untuk melakukan pembersihan data. Produk dari database warehouse salah satunya adalah Microsoft SQL Server.

Microsoft SQL Server merupakan suatu produk database yang dibentuk oleh Microsoft. Sebagai sebuah server, sistem ini juga memiliki tujuan untuk mengambil, dan menyimpan sebuah data sesuai dengan permintaan pada aplikasi. Microsoft sendiri telah memasarkan 12 edisi yang berbeda pada sistem ini. hal tersebut guna memberikan pilihan bagi pengguna dan untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang berbeda.

4. Relational Database

Database tipe ini merupakan database yang paling populer dan pada umumnya menggunakan sistem Structured Query Language (SQL). Dalam sistem manajemen datanya, hubungan setiap data memiliki sifat yang relasional serta tersimpan dalam bentuk kolom dan baris. Karena menggunakan sistem SQL, RDBMS ini memiliki fitur untuk memberi perintah menyisipkan, memperbarui, menghapus, dan mencari informasi yang dibutuhkan.

Baca Juga: Perbedaan Database SQL dan NoSQL

Sistem ini berkerja pada setiap tabel yang memiliki unique field key. Field key tersebut berfungsi untuk menghubungkan satu tabel data dengan tabel data lainnya. Karena kepopulerannya, tipe database ini banyak menghasilkan produk aplikasi, diantaranya adalah MySQL, PostgreSQL, MemSQL, MariaDB, Oracle, dan lain-lain.

Itulah 4 jenis database yang sering digunakan beserta fungsi dan contohnya. Database memiliki banyak manfaat yang dapat membantu pekerjaan manusia. Database juga merupakan instrumen yang penting bagi programmer untuk membuat sebuah aplikasi. Dengan mengenal beberapa tipe database ini akan mempermudah Sobat dalam mengumpulkan data, menyimpan data, menghapus data, mengelompokkan data, dan tentunya masih banyak lagi.