Ticker

6/recent/ticker-posts

Perbedaan Sql dan NoSql Dalam Database

Halo Sobat, ketika membuat sebuah sistem, diperlukan tempat penyimpanan data sistem tersebut. Baik sistem yang berbasis website, desktop, ataupun mobile sama-sama membutuhkan tempat penyimpanan data. Salah satu tempat penyimpanan data tersebut disebut dengan database atau basis data.

Berdasarkan pengertiannya, database atau basis data adalah sekumpulan data yang dikelola dengan sedemikian rupa berdasarkan ketentuan tertentu yang saling berhubungan. Hal tersebut dimaksudkan agar mudah dalam pengelolaannya. Melalui pengelolaan tersebut pengguna bisa mendapatkan kemudahan dalam mencari informasi, menyimpan informasi, dan menghapus informasi.

Database memiliki banyak sekali jenisnya, akan tetapi pada kali ini saya akan membahas mengenai SQL atau Structured Query Language dan NoSQL. Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dalam segi bahasa, skalabilitas, komunitas, dan aplikasi. Oleh karena itu, sebelum menentukan jenis database mana yang akan Sobat gunakan pada aplikasi yang akan dibuat, Sobat perlu memahami kedua database tersebut. Selain itu, pada artikel ini saya juga akan sedikit membahas mengenai produk dari masing-masing jenis database tersebut.

Perbedaan SQL dan NoSQL

Berdasarkan pengertiannya SQL atau Structured Query Language merupakan bahasa yang digunakan untuk mengatur atau mengelola data dalam database relasional. Jadi, pada dasarnya SQL bukan merupakan jenis database melainkan bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengelola database relasional.

Database relasional merupakan sekumpulan item data dengan hubungan yang telah ditentukan sebelumnya. berbagai item disusun menjadi satu set tabel yang memiliki kolom dan baris. Tabel tersebut digunakan untuk menyimpan informasi tentang objek yang akan direpresentasikan dalam database. Setiap kolom pada tabel memuat jenis data tertentu dan bidang menyimpan nilai aktual atribut. Sedangkan baris pada tabel merepresentasikan kumpulan nilai terkait dari satu objek atau entitas. Beberapa contoh database management system yang menggunakan SQL antara lain Oracle, Sybase, Microsoft SQL Server, PostgreSQL.

Sedangkan NoSQL merupakan sistem database yang tidak menggunakan Structured Query Language untuk mengirimkan kueri. Database NoSQL dapat digunakan untuk menyimpan data yang tidak terstruktur dalam volume besar. Yang artinya database ini tidak membutuhkan skema dan tidak memiliki relasi untuk setiap tabel. Semua bentuk dokumen dari NoSQL adalah JSON yang mudah dibaca dan dimengerti. Oleh karena itu, NoSQL memiliki kecepatan baca / tulis yang memungkinkan untuk penskalaan keluar dari server secara horizontal. Database ini juga memiliki performa yang tinggi sehingga banyak peminatnya. Beberapa database yang menggunakan sistem NoSQL adalah MongoDB, MarkLogic, Couchbase, CloudDB, dan Dynamo DB.

Berikut ini perbedaan SQL dan NoSQL dari berbagai sudut pandang.

1. Bahasa

Perbedaan yang paling mendasar dari keduanya adalah bahasa query dari masing-masing database. Bahasa SQL adalah bahasa query yang terstuktur. Oleh karena itu, SQL menjadi agak terbatas. Dalam penggunaannya, Sobat harus menentukan skema dalam membangun struktur data bahkan sebelum membuat database tersebut. Sebaliknya, database NoSQL tidak memiliki skema dan tidak terstruktur. Selain itu, database tipe ini dapat disimpan dalam banyak cara yaitu graph-based, document-oriented, column-oriented, atau yang terorganisir dengan baik seperti Key Value.

2. Penggunaan Kueri yang Kompleks

Jika menggunakan kueri yang kompleks, maka SQL lebih cocok dibandingkan dengan NoSQL. Hal tersebut disebabkan SQL memiliki skema terstruktur dan memiliki format tabel untuk data yang disimpan di dalam database. Jadi, ketika developer ingin menerapkan kueri bercabang dengan banyak subkueri di dalam kueri luar, developer dapat dengan mudah melakukannya dengan menggunakan nama tabel dan kolom yang tepat. Sedangkan NoSQL tidak cocok untuk pengelolaan data dengan kueri yang kompleks adalah karena pada jenis databse ini tidak memiliki kueri bahasa standar.

3. Skalabilitas

Perbedaan selanjutnya yaitu terdapat pada skalabilitas. Hampir seluruh database SQL memiliki skala yang vertikal. Hal ini menunjukan bahwa, Sobat dapat menambah kapasitas muata di satu server dengan meng-upgrade komponennya seperti RAM, kapasitas SSD, atau bahkan CPU. Sebaliknya, database NoSQL memiliki skala yang horizontal dimana ketika ingin mengembangkan database, maka hanya perlu menambah server baru. Inilah alasan mengapa perusahaan yang memiliki jumlah pengguna yang sangat besar dan jenis data yang bermacam-macam menggunakan database NoSQL.

4. Komunitas

Berbicara masalah komunitas, SQL memiliki lebih banyak komunitas yang besar dibandingkan dengan NoSQL. Hal ini dikarenakan SQL lebih senior dibandingkan dengan NoSQL. SQL sudah ditemukan dari beberapa puluhan tahun yang silam. Namun meskipun begitu, perkembangan komunitas NoSQL sangat cepat. Terlebih banyaknya hadir stack baru seperti MEAN, MERN, MEVN yang menggunakan database NoSQL.

5. Aplikasi

Perbedaan ini menjadi yang paling penting dibandingkan dengan perbedaan yang lainnya. Sebab, hal inilah yang bisa menjadi pertimbangan untuk menggunakan database mana untuk membangun sebuah sistem. SQL bersifat table-based yang artinya database ini cocok digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan transaksi multi baris. Contohnya adalah sistem akuntannsi dan mungkin legacy system yang pada awalnya dibuat untuk struktur relasional. Sedangkan untuk NoSQL, cocok untuk digunakan pada database yang membutuhkan dataset yang besar seperti big data. NoSQL banyak dipakai di aplikasi media sosial atau customer management yang struktur datanya bisa berubah-ubah.

Baca Juga: Mengenal Database dan jenisnya

Penutup

Itulah perbedaan dari SQL dan NoSQL dalam database. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Database tersebut juga harus disesuaikan pengunaannya dengan bentuk sistem yang akan dibangun. Apakah sistem yang membutuhkan data yang besar atau sistem yang membutuhkan data yang terstruktur.  Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari tabel dibawah ini. 

sumber: dosenit.com

   NoSQL  SQL 
 Tipe Database  Non-Relational database  Relational database
 Skema  Dynamic schema  Pre-defined schema
 Kategori Database  Document-based databases  Table-based databases
 Bahasa  Un-Structured Query Language  Structured Query Language
 Kompleksitas Query  Tidak cocok untuk kueri yang kompleks  Sangat cocok untuk kueri yang kompleks
 Online Processing  Digunakan untuk OLAP  Digunakan untuk OLTP
 Basis Properties  Berdasarkan basis CAP theorem  Berdasarkan basis ACID properties
 Skalabilitas  Dapat diskalakan secara horizontal  Dapat diskalakan secara vertikal
Elastisitas Otomatis, Tidak perlu outage Membutuhkan downtime dalam banyak kasus